Slide 1
Artikel

MENJADI PRIBADI DAI (seri)

Rabu, 13 September 2017    

Menjadi Pribadi Da’i
 
Seri tulisan ini berbasis buku Ath-Thariq ila Al-Quluub (telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh beberapa penerbit dengan judul yang berbeda) karya Syaikh Abbas Hasan As-Siisi, seorang da'i Mesir yang mempunyai banyak pengetahuan dan pengalaman tentang rahasia hati serta trik-trik memulai komunikasi extra ordinary.
 
Buku tersebut terbit pada saat Mesir tengah diguncang oleh aksi keganasan dan tindakan kekerasan dan beberapa kelompok ekstrem.
 
Terbitnya buku beliau efektif untuk membersihkan berbagai sikap keras dan tindakan kurang bijak dengan menunjukkan jalan-jalan menuju hati. Allah swt, berfirman,

"Maka disebabkan rahmat dan Allah-lab kamu berlaku lemah lembut terbadap mereka.
Sekiranya kamu bersikap keras lagi berbati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari
sekelilingmu."
(Al-Imran: 159)

"Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesunggubnya dia telab melampaui batas,
maka berbicaralab kalian berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut,
mudah-mudahan ia ingat atau takut"
(Thaha: 43-44)

"Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan dia ada permusuhan seolah-olah telab
menjadi teman yang sangat setia."
(Fushilat: 34)
 
Menjadi da’i tidak harus menguasai seluruh ilmu agama, tidak perlu menunggu menjadi seorang faqih. Tetapi kita harus membekali diri dengan ikatan kasih sayang mendalam untuk meneguhkan hati dan mengokohkan pijakan bersama Kitabullah dan syariat Allah yang jelas.

Untuk kefakiran kukenakan pakaian kebesaran
Untuk kesabaran kupilin tali yang panjang
Aku bersabar kerana tekad, bukan kerelaan
Dan kubangun dakwahku, generasi demi generasi


Allah swt. berfirman,

"Wahai orang-orang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian
dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertaqwalah kalian kepada
Allah supaya kalian beruntung."
(Ali Imran: 200)
 
Memikat hati objek dakwah dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti umur, pendidikan, tradisi, dan pola pikir. Rasulullah saw. telah mengajarkan kepada kita metode berdakwah yang mudah untuk diterapkan dan mencakup segala segi kehidupan, sehingga siapa saja yang ingin berdakwah tidak akan kesulitan mencari raetode yang tepat dalam bergaul dengan masyarakat, mengajak mereka kepada kebenaran, dan bersabar atas gangguan yang diterima.
 
Individu adalah komponen terkecil penyusun masyarakat, ia memegang peranan penting dalam menentukan perjalanan dan bentuk masyarakat itu sendiri. Oleh kerana itu, yang menjadi tonggak dalam proses perbaikan ini adalah individu, kemudian keluarga, dan akhirnya masyarakat. Maka perbaikilah dirimu terlebih dahulu, kemudian serulah orang lain ke jalan kebaikan. Karena terwujudnya peribadi-peribadi yang benar-benar mukmin akan membuka banyak peluang untuk sukses. Inilah karakteristik Islam yang paling menonjol, iaitu pembentukan pribadi islami.


Komentar Anda

Artikel Lainnya