YDSF Malang 'boyong' Kambing ke Desa

28-10-2011

Aksi Teatrikal

Semangat masyarakat muslim di Indonesia untuk menyembelih hewan qurban pada hari Raya Idul Adha rasanya tidak perlu disangsikan lagi. Namun sayangnya semangat tersebut kurang diimbangi dengan keseriusan dalam proses distribusi daging hasil sembelihan.

Dua masalah klasik yang sering kita temukan dalam distribusi daging kurban setiap tahun adalah (1) Distribusi yang cenderung kurang selektif dan kurang peduli apakah pihak penerima tersebut memang layak menerima daging qurban, dan (2) Cara distribusi yang kurang berbudaya dimana pihak penerima harus mengantri (bahkan tidak jarang berdesak-desakan) untuk menerima haknya. Hal ini yang mendasari Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Malang melakukan Kampanye Sadar Qurban, Jumat (28/10) bertempat di depan Stasiun Kota Baru Malang pkl 10.00 wib

Aksi yang dilakukan oleh YDSF adalah aksi teatrikal dengan melibatkan 6 orang relawan yang memerankan diri sebagai Dermawan, Orang Desa, dan Petugas YDSF. Dermawan yang digambarkan dengan seseorang yang berpakaian perlente kebingungan untuk menyalurkan hewan qurban. Kemudian Nampak 2 orang dari desa yang kebingungan mencari di mana mereka bisa mendapatkan daging Qurban, akhirnya bertemulah dengan petugas YDSF yang kemudian mengedukasi si Dermawan untuk mau berqurban di desa.

“Memang kendala selama ini adalah menumpuknya daging kota di perkotaan, bahkan tidak sedikit diantara penerima mejual kembali daging yang telah diterimanya. Sisi yang lain sistem antrian yang kadang tidak manusiawi seperti masyarakat harus berdesak-desakan dalam antrian yang panjang dan lama mengakibatkan masyarakat kelelahan bahkan tidak jarang memancing keributan”, Jelas Ratna Ningsih sebagai koordinator Program dan Penyaluran YDSF Malang.
“Kami saat ini sudah memiliki data terkait daerah distribusi hewan qurban. Daerah ini kami bagi menjadi 5 titik yaitu Malang Utara, Malang Selatan, Malang Timur, Malang Barat dan sebagian kecilnya Kota Malang, daerah yang kami pilih adalah daerah pelosok desa yang memang selama ini jarang mendapatkan hewan qurban sehingga tahun ini kami akan ‘boyong’ kambing qurban ke desa,” imbuhnya.

Aksi teatrikal ini juga sekaligus didukung beberapa relawan yang mengangkat poster yang berisikan seruan kepada masyarakat Malang Raya untuk berqurban ke desa.(wie)