Ramadan Masa Peak Season, YDSF Malang target Rp 450 Juta
06-09-2010
Kesibukan lembaga amil zakat infaq sedekah (Lazis) di bulan Ramadan meningkat dua kali lipat dari bulan-bulan biasanya. Ramadan menjadi peak season bagi Lazis untuk mendulang sebanyak-banyaknya zakat, infaq dan sedekah (ZIS) dari umat. Berbagai program dan layanan pun ditawarkan kepada umat untuk memberikan segala kemudahan.
Aktifitas di kantor Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Malang terlihat ramai. Ada sebagian petugas yang melayani masyarakat, sebagian lagi mempersiapkan needs letter Al Falah yang siap didistribusikan kepada para donator dan dermawan.
Sebagian petugas lagi mengecek hasil ZIS yang dapat dikumpulkan para petugas yang ada di lapangan. Khususnya gerai-gerai zakat yang sengaja di tempatkan di mal dan perkantoran.
Untuk memberikan kemudahan dalam berzakat, YDSF melakukan jemput bola kepada para dermawan dan donator dengan membuka gerai-gerai zakat di enam tempat. Yakni di Bank Muamalat, Bank Syariah Mandiri, Malang Town Square, PT Telkom Jalan Ahmad Yani, Kantor Pos Besar Malang dan Toko Altara di Jalan Pasar Besar Malang.
Karena kesadaran umat untuk berzakat, infaq dan sedekah meningkat di bulan Ramadan, YDSF berusaha memberikan segala kemudahan melalui berbagai pelayanan yang ditawarkannya. Mulai dari jemput zakat, penghitungan zakat, konsultasi sampai dengan penyalurannya.
Paket Ramadan Peduli pun disediakan untuk dapat menjaring sebanyak-banyaknya infaq dan sedekah dari umat. Paket Ramadan peduli yang ditawarkan mulai dari Rp 5.000 untuk paket takjil sampai dengan parcel lebaran sebesar Rp 100 ribu.
Ramadan 1431 H ini, YDSF Malang ditargetkan dapat mengumpulkan ZIS sebesar Rp 450 juta dalam satu bulan. Target jauh lebih besar dari target bulanan di luar Ramadan.
Dari target itu, YDSF Malang sudah dapat mengumpulkan sebanyak Rp 317 juta. Karena Ramadan berada di dua bulan Agustus dan September, total dua bulan itu bisa mencapai Rp 750 juta.
‘’Bagi kami di lembaga amil zakat saat Ramadan memang menjadi saat peak season untuk dapat mengumpulkan ZIS sebanyak-banyaknya dari umat. Karena kesadaran umat untuk mengeluarkan ZIS cukup tinggi, karena saat Ramadan banyak kemuliaan dan keutamaan bersedekah dan beramal,’’ ujar Direktur Pelaksana YDSF Malang, Agung Wicaksono, ST.
Untuk dapat mengumpulkan ZIS sebanyak-banyaknya, YDSF harus menambah petugas atau relawan pengumpul ZIS. Petugas YDSF yang hanya berjumlah 13 orang tidak mampu mengcover semua wilayah.
YDSF menambah 10 petugas relawan yang direkrut selama Ramadan. Mereka ditempatkan di gerai-gerai zakat yang tersebar di perkantoran dan mal-mal. Keberadaan gerai-gerai itu pun mampu mengumpulkan ZIS secara maksimal. Dari enam gerai zakat yang tersebar, mampu mengumpulkan sekitar Rp 34 juta setiap harinya.
Meski semua petugas dan relawan berlomba-lomba untuk mengumpulkan ZIS dari umat, kegiatan itu harus diimbangi dengan ibadah yang dapat meningkatkan amal ibadah di bulan Ramadan. Sejak awal, Agung sudah menghimbau kepada semua petugas dan relawan untuk tetap dapat mengaji Al Quran setiap harinya, minimal satu juz dalam satu hari. Sehingga dalam bulan Ramadan dapat mengkhatamkan Al Quran 30 juz. Agar target dapat tercapai dan target ibadah mengkhatamkan Al Quran pun tercapai.
“Kalau yang perempuan memang agak kesulitan, tapi untuk laki-laki bisa full satu bulan penuh. Ini yang terus kami himbau ada keseimbangan antara pekerjaan dunia dan akhirat,” terangnya.
Selama 10 hari terakhir Ramadan, YDSF memperpanjang jam buka kantor. Kalau biasanya hanya sampai 16.30 WIB, 10 hari terakhir Ramadan diperpanjang hingga menjelang salat Isya.
Semua dilakukan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada donator dan dermawan yang akan berinfaq atau mengeluarkan zakat. Sampai saat ini jumlah donator YDSF Malang mencapai 6.707 donatur aktif. Sebagai bukti laporan penggunaan ZIS yang dikelola YDSF setiap bulannya menerbitkan news letter Al Falah yang dibagikan kepada para donator. (malangpost)





