"SETAN" Bertobat sebelum Ramadhan
20-08-2010
Salah satu tugas terberat YDSF Malang sampai saat ini salah satunya adalah melakukan edukasi kepada masyarakat terutama masalah Zakat, Infaq dan Shodaqoh. Karena masih banyak masyarkat di Malang Raya ini yang hidup di bawah garis kemiskinan. Oleh karenanya harus ada solusi minimal dengan meringankan beban mereka.
Beberapa waktu yang lalu, YDSF Malang dalam rangka menyambut bulan Ramadhan melakukan Kampanye Sadar Zakat kepada masyarakat Malang pada hari Senin, 09 Agustus 2010 bertempat di Simpang Basuki Rahmat pukul 10.00 wib.
Aksi yang dilakukan oleh YDSF adalah aksi teatrikal dengan melibatkan 6 orang relawan yang memerankan diri sebagai ‘Setan’. Si Bakhil (menggambarkan sosok yang susah berderma), Si Amarah (menggambarkan sosok yang emosional dan egois), Si NaBe /Nafsu Besar (menggambarkan sosok perilaku suka maksiat), Si Alan baca ‘Sialan’ (menggambarkan sosok malas beribadah), Si Raku (menggambarkan sosok yang mengumbar syahwat perut). Dan terakhir adalah Si Seto/Setan Tobat).
“Para setan ini akan menunjukkan karakter mereka masing-masing. Kami ingin memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa yang namanya ‘Setan’ itu adalah segala sifat yang tidak baik dan cenderung membuat kerugian dan kerusakan yang dimiliki oleh setiap manusia. Oleh karenanya, di akhir teatrikal ada satu karakter setan yang sudah bertobat atau si Seto yang akan mengajak kawan-kawanya bertobat dan kembali ke jalan yang benar”, ujar Agung Wicaksono Direktur Pelaksana YDSF Malang.
Selain aksi teatrikal ini, YDSF Malang juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa momentum Ramadhan hendaknya digunakan sebagai sarana perbaikan diri dan meningkatkan kepeduliannya kepada sesama dengan cara mengeluarkan Zakat, Infaq dan Sedekah.
“ Kami ingin kehadiran YDSF Malang dan Lembaga Amil Zakat yang lainnya bisa membantu menjadi mitra pemerintah dalam upaya mengurangi persoalan sosial kemasyarakatan yang ada. Oleh karenanya selama ramadhan ini YDSF Malang menyalurkan dana sekitar 450 juta untuk membantu kebutuhan masyarakat di Malang melalui program-program dakwah dan sosial”, pungkasnya.(aw)





