Kategori
TIPS TAQARRUB KEPADA ALLAH
07-12-2011
1. Segera beramal, jangan menunda
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Ali Imran: 133)
Rasulullah Saw bersabda: “Jagalah lima perkara sebelum datangnya lima perkara: mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum waktu sempitmu, hidupmu sebelum matimu.” (Shahih, riwayat Al Hakim)
2. Kontinyu dalam melakukan kebaikan
Diriwayatkan oleh Aisyah –radliyallahu `anha, bahwa rasulullah Saw ditanya, “Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah?” Rasul menjawab, “Amal yang dilakukan secara kontinyu meskipun sedikit.” (HR. Muslim)
Imam Nawawi menjelaskan bahwa amal sedikit tapi kalau dikerjakan secara kontinyu lebih baik dari pada amal yang dikerjakan dengan banyak tapi jarang dilakukan. Sebab yang sedikit tapi kontinyu itu berarti ia selalu taat, selalu dzikir, selalu berniat baik, selalu ikhlas, dan senantiasa siap menyambut seruan Allah Swt.
3. Dalam satu waktu banyak jenis amal yang dilakukan
Abu Hurairah meriwayatkan, suatu saat Nabi Muhammad bertanya kepada para sahabat,”Siapa yang pagi ini puasa?”
Abu Bakar: Saya, ya Rasulallah.
Nabi: “Siapa pagi ini melayat jenazah?”
Abu Bakar: Saya, ya Rasulallah.
Nabi: “Siapa pagi ini memberi makan orang miskin?”
Abu Bakar: Saya, ya Rasulallah.
Nabi: “Siapa pagi ini menjenguk orang sakit??
Abu Bakar: Saya, ya Rasulallah.
Nabi: Tidaklah amal-amal ini terkumpul pada diri seseorang kecuali yang bersangkutan masuk surga.” (HR. Muslim)
4. Berharap pahala di balik amal-amal yang mubah (kebiasaan yang boleh dilakukan)
Dalam hadits riwayat Bukhari disbeutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Jika seorang muslim memberi nafkah keluarga dan ia berharap pahala dari Allah, maka nafkah itu baginya (bernilai) sedekah.”
Diantara ulama salaf ada yang menyatakan bahwa beliau selalu berniat baik sebelum melakukan aktifitasnya. Makan, minum, tidur, kerja, olah raga, selalu diniati dengan niatan yang baik.
5. Perbanyak niat, meskipun karena suatu hal, niatan itu belum terlaksana.
Dalam hadits disebutkan, “Sesungguhnya Allah mencata kebaikan dan keburukan. Barang siapa niat berbuat baik, tapi (karena suatu hal) amal itu tidak dilakukan maka Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Seandainya niatan itu dia amalkan maka Allah mencatat untuknya sepuluh kebaikan hingga dilipatgandakan menjadi tujuh ratus bahkan hingga tidak terbilang banyaknya.” (HR. Bukhari)
6. Saat melakukan satu amal, niati dengan banyak niat
Misalnya, saat memasuki masjid, niatlah untuk i`tikaf, niat menunggu shalat, niat membaca quran, dan sebagainya. (Talbisu al Iblis, Ibnu al Jauzy)





