Kategori

Memilih Sekolah Untuk Buah Hati Kita

15-03-2011

Bulan-bulan menjelang berakhirnya tahun ajaran baru, adalah bulan hunting sekolah bagi orang tua . Baliho, leaflet, spanduk dari lembaga-lembaga pendidikan mulai bertebaran di mana-mana. Fasilitas yang ditawarkan serta keunggulan yang ditampilkan seperti berlomba-lomba menyapa para calaon orang tua ini. Berbagai acara pengenalan sekolah juga dikemas sedemikian menarik, sehingga mengundang orang tua untuk hadir dan melihat langsung ke sekolah tersebut.  Pertanyaannya adalah sekolah mana yang akan kita pilih?
   

Sebelum kita memilihkan sekolah untuk anak-anak, mari kita lihat dulu apa yang biasa dicari orang tua, pilihannya pasti jatuh ke sekolah favorit. Apakah sekolah favorit itu? Ternyata definisi ini berbeda antar orang tua . Ada yang menyebut sekolah favorit adalah sekolah yang disiplin, sekolah yang bagus, sekolah yang banyak memberi PR, sekolah yang menghasilkan lulusan dengan nilai baik. Ada juga yang mengaitkan sekolah favorit fdengan sekolah yang memiliki fasilitas lengkap seperti laboratorium komputer, elektro, fisika, biologi merupakan sekolah yang dianggap baik. Era sekarang, standar itu berubah kembali, saat ini sekolah yang bilingual, berkurikulum international atau nasional plus yang dianggap bagus. Bertambah bingunglah kita untuk mencari sekolah. Untuk itu ada beberapa tips yang bisa digunakan pada saat memilih sekolah untuk anak-anak.

1. Menyamakan persepsi dengan pasangan. Sekolah yang akan dipilih haruslah sekolah yang nyaman untuk anak bukan sekedar nyaman untuk orang tua. Bisa jadi orang tua memilih sekolah X karena dekat dengan rumah atau dekat dengan jalan ke kantor yang memudahkan antar jemput, padahal belum tentu tempat itu nyaman untuk anak-anak.

2. Tetapkan tujuan kita. Jangan hanya IQ yang jadi landasan dasar kita tapi perhatikan juga asupan pengalaman yang memperkaya EQ dan SQ nya. Dua hal terakhir ini sering dilupakan. Orang tua sering terjebak dengan nilai bagus adalah segalanya, kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritualnya terabaikan.

3. Perhatikan kenyamanan anak . Perasaan nyaman ini akan memungkinkan anak untuk mengaktualisasikan kemampuannya. Kenyamanan ini bisa dilihat dari berbagai aspek, yaitu:
Sarana Fisik, seperti ukuran ruangan yang memadai dengan rasio siswa pada kelas yang bersangkutan, jangan lupa juga perhatikan bagaimana sekolah mengelola sarana tersebut seperti pemeliharaan, keamanan, kebersiha, kelayakan serta kesesuian denga tingkat intelektualitas anak dan visi pendidikan yang di tawarkan.
Setting kelas. Sekolah menciptakan setting kelas yang fleksibel dan tidak membosankan, ruang kelas ditata agar anak betah seharian berada didalamnya, namun belajar dapat terjadi dimana saja, duduk dimeja diepan guru, duduk melingkar, dibawah pohon atau di kebun sekolah.

Guru. Guru merupakan ujung tombak dalam pengajaran disekolah, darimana mereka asal dan seberapa besar minat mereka pada pendidikan dapat menjelaskan sedikitnya kualitas pendidikan yang akan dihasilkan.
Alternative aktivitas yang ditawarkan. Kurikulum nasional menjadi acuan semua sekolah baik negeri maupun swasta, namun aktivitas yang ditawarkan sering kali berbeda, sekolah swasta menawarkan aktivitas yang khas dan tujuan yang khas pula. Saat ini sudah banyak juga sekolah sekolah Islam yang menawarkan kurikulum khasnya yang mengarah kepada keimanan dan ketakwaan. Ada program pembiasaan akhlak Islam sehari-hari, mmembaca dan menghafal Al Qur’an, serta program ibadah.

4. Biaya. Orang tua sering terkecoh dengan anggapan bahwa semakin mahal sekolah semakin canggih dan terpercaya sekolah tersebut. Padahal tidaklah demikian. Kecanggihan suatu sekolah bukanlah dilihat dari biaya untuk dapat bersekolah di situ, tapi oleh materi dan metode pembelajaran yang tepat bagi murid-muridnya.

5. Faktor yang terpenting untuk membekali anak bersekolah adalah kondisi keluarga, tempat anak-anak tersebut bertumbuh dan berproses. Ada hal-hal yang hanya bisa dibentuk dari dalam rumah  karena sebagian besar hidup seorang anak dihabiskan di dalamnya. Integritas, disiplin, keterampilan sosial, cara memilih pasangan yang tepat, dan kemauan untuk tekun bekerja merupakan hasil dari teladan yang diberikan orangtua kepada anak-anaknya. Sekolah hanya bisa menempa faktor-faktor tersebut agar dapat tertanam kuat dan menjadi kebiasaan. Penanaman dari keluarga akan berakar lebih kuat dalam diri anak.

Apapun sekolah yang akhirnya kita pilih untuk anak-anak kita, satu hal yang harus kita ingat bahwa sekolah merupakan salah satu faktor penting yang membentuk karakter anak  kelak. Jangan hanya menekankan anak untuk meraih nilai bagus tetapi melupakan faktor pembentuk karakter di sisi lainnya. Cerdas tidak hanya dinilai dengan angka-angka di raport. Mari jadilah orang tua yang bijak untuk anak-anak kita.