Kategori

BAB II BERSUCI (Najis)

16-06-2010

B.NAJIS

1.Najis yang disepakati

a. Daging babi,  Allah berfirman :

Artinya : “ Katakanlah: "Tiadalah Aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi - Karena Sesungguhnya semua itu kotor/najis  ". ( QS. 6 : 145 )

b. Darah yang mengalir

c. Kencing dan kotoran manusia serta kencing dan kotoran hewan yang haram dimakan dagingnya, sabda

Rasulullah SAW :
  Artinya : “ Kencing anak laki-laki dengan dipercikkan air keatasnya, dan kencingnya anak wanita harus dicuci “ ( HR. Ahmad ).

d. Madzi dan wadi, Ibnu ‘Abbas berkata :
  Artinya : “ Dan wadi dan madzi, kedua-duanya harus dicuci “

e. Bangkai, yaitu hewan yang mati tanpa disembelih atau yang disembelih dengan cara yang tidak islami, atau daging yang dipotong dari hewan hidup, kecuali bangkai ikan dan belalang,

 bersabda Rasulullah saw : “ Dihalalkan untuk kita dua macam bangkai dan dua macam darah,Adapun dua bangkai yang dihalalkan ialah bangkai ikan dan belalang ... “ ( HR.Ahmad, Ibnu Majah DaruQuthni dan Baihaqi )

f. Jallalah, yaitu hewan yang berubah baunya, dikarenakan makan kotoran,
   “ Rasulullah saw melarang untuk mengendari jallaalah, dan makan  dagingnya “ ( HR. Ahmad. Nasai dan Abu Daud )

2. Najis yang diperselisihkan

a. Khomr :  

# Najis  ( Jumhur Ulama’ )
# Suci    ( Robi’atur Ro’yi, Allaits Al Mishri, Al Muzanni )
  Allah berfirman,  “ Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah kotor/najis “ ( QS. 5 : 90 )

b. Anjing  :

# Suci Kecuali jilatannya/ yang bersumber dari mulut  ( Abu Hanifah,Malik )
# Najis ( Syafi’i dan Ahmad bin Hanbal )
    “ Cara membersihkan bejana seorang diantara kalian apabila dijilat anjing, dengan mencucinya tujuh kali, yang pertama dengan debu “ ( HR.Muslim, Ahmad dan Abu Daud )

c. Bangkai binatang yang tidak mengalir darahnya : Suci kecuali Syafi’iyyah
    “ Apabila ada lalat yang terjatuh di tempat minum seorang diantara kalian, hendaknya ia menenggelamkannya kemudian membuangnya “ ( HR. Bukhori, Ahmad dan Abu Daud )

d. Bagian binatang yang tidak berdarah : Suci kecuali Syafi’iyyah
  Allah berfirman yang  artinya : “ Dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing,  alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).” (QS. 16 : 80)


e. Kulit bangkai :

  # Najis  ( Malikiyah dan Hanabilah )
  # Suci setelah disamak ( Hanafiyah dan Syafi’iyah )
    Rasulullah saw bersabda :“Apakah kalian tidak ambil kulit ( bangkai itu ) untuk kalian manfaatkan ? “  (HR. Bukhori dan Muslim )

f. Kencing dan kotoran binatang yang halal dagingnya :

  # Najis  ( Hanafiyah dan Syafi’iyah )
  # Suci  ( Malikiyah dan Hanabilah )
     
g. Mani :

  # Najis  ( Malikiyah dan Hanafiyah )
  # Suci  ( Syafi’iyah dan Hanabilah )
    ‘Aisyah berkata,  “ Aku korek mani dai pakaian Rasulullah saw apabila kering dan aku cuci pakaian tersebut apabila mani tersebut basah “ ( HR. Daru Quthni )

h. Mayit  :

  # Najis  ( Hanafi )
  # Suci  ( Jumhur )